Tingkatan Akhlaq Mulia (7)

⏯ MATERI LANJUTAN

💎 Tingkatan Akhlak Mulia

Ketiga:

Di antara adab yang baik dalam bermuamalah dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah menerima takdir baik dan buruk-Nya dengan penuh keridhaan dan kesabaran.

Kita semua mengetahui bahwa takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah Ia tetapkan bagi makhluk-Nya tidak semuanya sesuai dengan keinginan hamba-Nya.

Maksudnya, bahwa di antara takdir tersebut ada yang sejalan dengan kemauan manusia, akan tetapi juga ada di antaranya yang tidak sejalan dengan kemauannya.

Contoh penyakit; Ini tentu tidak sesuai dengan sifat manusia, karena semua orang pasti ingin menjadi orang yang sehat dan selamat.

Begitu pula kekurangan harta; ini pun tidak sesuai dengan sifatnya.

Karena setiap manusia pasti ingin menjadi orang yang kaya. Kebodohan juga tidak sesuai dengan sifat manusia, karena ia pasti ingin jadi orang yang pandai.

Akan tetapi takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat beranekaragam karena hikmah yang hanya diketahui oleh-Nya saja.

Di antaranya ada yang sesuai dengan sifat manusia, maka dia pun merasa lega karena sesuai dengan tuntutan tabiatnya. Akan tetapi, di antaranya juga ada yang tidak sesuai dengan kemauannya.

Oleh karena itu, apakah yang dimaksud dengan berakhlaq kepada Allah dalam hal takdir-takdir-Nya?.

Berakhlaq baik terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala akan takdir-Nya maksudnya: hendaknya anda rela terhadap apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan bagi diri anda, dan hendaknya anda juga merasa tenang dengannya.

Kita pun harus mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menetapkan takdir tersebut melainkan di baliknya, terdapat hikmah yang agung dan tujuan yang terpuji, yang mana dengan hikmah tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala berhak memperoleh pujian dan ucapan rasa syukur.

Atas dasar semua ini, sesungguhnya beradab terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala akan takdir-Nya: hendaknya seseorang rela, tunduk dan merasa tenang.

Untuk itu Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji orang-orang yang sabar.
Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Dan berilah berita gembira bagi orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun”” [QS. Al-Baqarah: 156]
In shaa Allah bersambung
•┈┈➖•◈◉✹❒📚❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

✍Ustadz Abu Salman Al-Kwasayni حفظه الله تعالى.

🌍 Di Bumi Allah LIMAN INDONESIA, Kamis 07 Sya’ban 1438 H.

🌐www.al-kwasayni.com
📪telegram.me/alkwasayni
🐦twitter.com/alkwasayni
🔵Fb: bit.ly/2o6WTJY
🖼Instagram: bit.ly/2p7rvbP
📹youtube: bit.ly/2odLKHL
📡Streaming: bit.ly/2o1B78B
📻Radio: 107.4 FM
♻WA : Daftar Al-Kwasayni Ketik
Nama#L/P#Alamat
Kirim 0821-1155-3775.

✅Live Group WA: https://chat.whatsapp.com/9VHZtvBvl07KvDHq2kKkJz

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *