Tingkatan Akhlak Mulia 4

⏯ MATERI LANJUTAN

💎 Tingkatan Akhlak Mulia

Kedua:
Di antara bermuamalah yang baik dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, wajib bagi setiap hamba untuk mengambil hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan cara menerima, melaksanakan, dan menerapkannya.

Dia tidak menolak sedikitpun dari hukum hukum tersebut.

Jika ia menolaknya, maka perlakuan yang demikian merupakan adab yang tidak baik terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Entah alasan dari penolakannya karena
mengingkari hukumnya atau karena memang ia sombong untuk mengamalkannya, atau juga karena terlalu meremehkan dalam mengamalkannya.

Maka, tindakan semua ini menafikan atau membatalkan akhlaq yang baik dalam bermuamalah dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala .

✅ Contohnya,
Puasa:

Tidak diragukan lagi, berpuasa sangatlah terasa berat bagi diri kita.

Karena ketika berpuasa seseorang meninggalkan hal-hal yang telah menjadi kebiasaan bagi dirinya, seperti makan, minum, dan berjima’ atau bersetubuh.

Dan tentu saja hal ini merupakan perkara yang berat baginya. Akan tetapi, seorang mukmin yang baik budi pekertinya terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentu ia akan menerima beban seperti ini. Atau dengan ungkapan lain: ia akan menerima kemuliaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala ini.

Karena sesungguhnya hal ini merupakan suatu kenikmatan dari-Nya. Oleh karena itu, seorang mukmin tentu mau menerima kenikmatan yang berupa suatu beban tersebut dengan lapang dada dan penuh ketenangan, yang bisa menjadikan lapang juga jiwanya. Maka, kamu akan mendapatinya berpuasa selama berhari-hari di musim panas yang menyengat.

Dan dengannya ia akan merasa ridha dan lapang dada, karena dia berupaya beradab baik terhadap Tuhannya.

Akan tetapi sebaliknya, orang yang beradab buruk terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala , ia akan menyambut ibadah seperti ini dengan penuh kejemuan dan rasa kebencian.

Seandainya saja ia tidak takut dengan suatu perkara yang tidak baik balasan akhirnya (yaitu balasan dan dosa bagi orang yang tidak menunaikan puasa), tentu ia tidak akan melaksanakan puasa tersebut.
In syaa Allah bersambung…
•┈┈➖•◈◉✹❒📚❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

✍Ustadz Abu Salman Al-Kwasayni حفظه الله تعالى.

🌍 Di Bumi Allah LIMAN INDONESIA, Kamis 30 Rajab 1438 H.

🌐www.al-kwasayni.com
📪telegram.me/alkwasayni
🐦twitter.com/alkwasayni
🔵Fb: bit.ly/2o6WTJY
🖼Instagram: bit.ly/2p7rvbP
📹youtube: bit.ly/2odLKHL
📡Streaming: bit.ly/2o1B78B
📻Radio: 107.4 FM
♻WA : Daftar Al-Kwasayni Ketik
Nama#L/P#Alamat
Kirim 0821-1155-3775.

✅Live Group WA: https://chat.whatsapp.com/9VHZtvBvl07KvDHq2kKkJz

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *