TERIMA KASIH TIDAK SEPERTI PENJAJAH

💎 Seorang mukmin sejati yang beriman kepada Allah dan akan tegaknya hari kiamat, ia akan menjauhi sifat-sifat yang menunjukan lemahnya dirinya. Sifat dimana hal itu adalah bukan milik seorang mukmin, karena seorang mukmin yang dirinya teguh dengan tali agama Allah, maka ia akan membenci dan membuang jauh-jauh sifat yang tak selayaknya ia miliki, diantaranya:

1⃣   Enggan bersaing sehat dalam hal kebaikan dan menempuh menghasud, bahkan berani memfitnah.

2⃣   Menempuh jalan yang nampaknya di khalayak ramai baik, namun ada maksud terselubung dari apa yang ia katakan atau lakukan.

3⃣   Adu domba antar sesama mukmin bahkan diantara para Da’i yang lain, agar dirinya semakin disanjung, ditokohkan, dan mendapatkan bagian dunia yang menjadi targetnya.

4⃣   Mencari aman daripada iman.

5⃣   Menghindar untuk adu program, terobosan, dan gebrakan dalam mengurusi sebuah program pendidikan ataupun dakwah.

6⃣   Menyingkirkan siapa saja yang menjadi penghalang hawa nafsunya dan dinampakan hal itu adalah sebuah kebaikan, agar tak terbongkar apa yang menjadi tujuan aslinya.

🍃Sementara Allah memerintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan melarang untuk saling membantu dalam kejelekan.

Allah berfirman:

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِييرٌ

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Qs. Al-Baqarah:148)

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Qs. Al-maidah:2)

🍀Karakter ataupun sifat seorang mukmin bukanlah seperti penjajah yang mana dirinya menghalalkan segala cara agar sampai ketujuan hawa nafsunya yaitu menyebarkan fitnah dan adu domba, serta tidak memperdulikan bahwa perkataan atau perilakunya melanggar apa yang sudah ia pelajari. Yang lebih miris lagi hal ini terjadi bukan dalam urusan bisnis ataupun keduniaan saja, namun terjadi juga dalam urusan dakwah dan yang berkaitan dengannya, baik lembaga pendidikan atau program dakwah yang lain.

👍Marilah teladani para Sahabat dalam beragama dan muamalah mereka, jangan sampai hanya sebagai pengakuan di lisan saja dan dinampakan dengan pakaian yang nampaknya kebaikan, namun di balik itu semua hanyalah kepalsuan pengakuan. Marilah bersikap seperti ‘Umar bin Khattab dan Hamzah bin Abdul Muthalib yang mana mereka benar-benar jantan dalam hal kebaikan, sementara mengasud, menyebarkan fitnah dan adu domba adalah sifat perempuan.

📚Berapapun jumlah hafalan Al-Qur’an, Hadits, dan kitab-kitab yang engkau tamatkan, namun perangaimu nampak seperti penjajah, maka mohon maaf belumlah disebut orang yang berilmu, karena orang yang berilmu adalah orang yang mengamalkan ilmunya, bukan hanya pernah belajar atau menamatkan ilmu ini dan itu.

👍 Marilah cari iman bukan aman…!

🤝 Marilah bersaing yang sopan jangan bermodal menjatuhkan lawan…!

📓Marilah bermental pejuang bukan pecundang dan serampangan…!

💎Marilah adu program dan gagasan…!

💦Marilah berlomba-lomba dalam kebaikan…!

🔍Marilah sama-sama tunjukan bahwa kita bukanlah karbitan…!

⚠Marilah sama-sama hindari dan lawan langkah setan…!

💫Marilah sama-sama kita lihat mana kawan dan mana lawan…!

Allah berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤۡمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيۡنَهُمۡ ثُمَّ لَا يَجِدُواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ حَرَجٗا مِّمَّا قَضَيۡتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسۡلِيمٗا ٦

“Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati terhadap keputusan yang kamu berikan dan mereka menerima sepenuhnya.” (An-Nisa: 65)

وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٖ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمۡرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡۗ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلٗا مُّبِينٗا ٣٦

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu keputusan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguh dia telah sesat dalam kesesatan yang nyata.” (Al-Ahzab: 36)

إِنَّمَا كَانَ قَوۡلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ إِذَا دُعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحۡكُمَ بَيۡنَهُمۡ أَن يَقُولُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۚ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ٥١

“Sesungguhnya jawaban orang-orang yang beriman bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukumi (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, ‘Kami mendengar dan kami patuh.’ Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (An-Nur: 51)

💫Dan mukmin sejati dan pemberani adalah seorang yang mau menerima kebenaran dan tidak meremehkan orang lain.

Nabi Shallallahu‘alaihi wa Sallam bersabda:

بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR.Muslim no. 91, dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu‘anhu)

 

✍ Ustadz Abu Salman Al-Kwasayni حفظه اللّٰه تعالى.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *