Temanmu bukan malaikat

Siapapun anda pasti pernah melakukan salah dan dosa.

Siapapun anda pasti dan pasti pernah melakukan kekeliruan.

Siapapun anda pasti pernah melakukan hal yang membuat jengkel dan dongkol orang lain.

Siapapun anda pasti pernah mengecewakan orang lain.

Terbuktilah apa yang disabdakan oleh NabiShallallahu ‘alaihi wa Sallam_:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ والدارمي

Dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Setiap Anak keturunan Adam (Manusia) pasti memiliki kesalahan / dosa, dan sebaik-baik orang yang bersalah yaitu bertaubat.” [HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Darimi, di hasankan oleh Ibnu Hajar di dalam Bulughul Maram, dihasankan oleh Al-Albany dalam Takhrij Al-Misykah (2/724)]

Dalam hadist di atas disebutkan bahwa setiap keturunan anak adam yaitu kita semua pasti terjatuh dalam dosa, dan sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah orang yang kembali ke jalan Allah Azza wa Jalla. Dan hal yang terpenting adalah dirinya benar-benar taubat kepada Allah dan tidak mengulangi dosanya tersebut.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

لَا يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

“Seorang Mukmin itu tidak jatuh dalam lubang yang sama sebanyak dua kali.” [HR. Bukhoari dalam Shahihnya, no. 6133 dan Muslim dalam Shahihnya, no. 2998]

Siapapun anda janganlah merasa bahwa dirinya terbebas dari kesalahan dan dosa. Karena siapapun dirinya yang telah bertaubat kepada Allah, maka Dzat yang maha pengampun akan mengampuninya.

Jangan anda merasa jijik dengan saudaramu yang sudah bertaubat…!

Jangan anda angkuh dengan saudaramu yang sudah bertaubat…!

Jangan anda merasa paling suci dengan saudaramu yang sudah bertaubat…!

Karena temanmu bukanlah malaikat dan juga para Nabi yang terjaga dari kesalahan.

Temanmu memiliki kesalan dan dosa?.

Begitu anda juga memiliki kesalahan dan dosa.

Dosa apapun itu sebelum nyawa dicabut oleh Allah, maka kesalahan apapun yang diangkat ke hadapan Allah dengan minta ampunan pasti Allah ampuni.

Janganlah anda merebut haknya Allah, yaitu dengan tidak mau menerima orang yang sudah bertaubat kepada Allah, dan merasa jijik dengan temanmu yang pernah melakukan kesalahan dan dosa.

Anda juga pasti pernah melakukan kemaksiatan dan dosa, bahkan lebih besar takaran dosanya dan kekejiannya.

Salah contoh dosamu dan temanmu berkaitan dengan menjatuhkan kehormatan dan meremehkan muslim yang lain, maka dosanya lebih besar dan menjijikan dibandingkan orang yang zina.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” [HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al-Albany mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya]

Siapapun temanmu pasti pernah melakukan kesalahan dan dosa, sebagaimana anda juga pasti pernah melakukannya.

Siapapun temanmu pasti pernah melakukan khilaf dan kekeliruan, sebagaimana anda juga pasti pernah melakukannya.

Berbuatlah adilah wahai hambanya Allah…!

Temanmu itu seperti dirimu sendiri, janganlah anda merasa suci terjauh dari dosa.

Setiap manusia pasti mampu untuk membongkar aib dan kejelekkan temannya sendiri.

Namun ingatkah kewajiban anda sebagai orang muslim dan beriman.

وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat.” [HR. Muslim, no.2699]

Jika temanmu itu pernah tergelincir sehingga ia memiliki dosa, maka wajib bagi dirimu untuk menutupi aibnya. Karena hukum menutupi aib temanmu adalah wajib jika ia melakukan kesalahan dan dosa, jangan dirimu umbar dan sebarkan ke khalayak rame dan di berbagai tempat.

Ingatlah ada seorang yang telah membunuh 99 orang lalu ia bertanya kepada ahlu ibadah; apakah ada taubat bagiku?, ahlu ibadah tersebut menjawab; tidak ada, karena engkau telah membunuh 99 orang, maka dibunuhlah ahlu ibadah tersebut karena merasa lebih baik dan bersikap lebih suci dari yang pembunuh tersebut, lalu genaplah ia berstatus sebagai pembunuh 100 orang. Dan ia masih membara untuk taubat dengan mendapatkan jawaban dengan ilmu, maka ia menemui ahlu ilmi, lalu ia bertanya dengan pertanyaan yang sama; apakah ada taubat bagiku?, maka ahlu ilmi tersebut menjawab; tentu ada, selama dirimu masih hidup dan engkau benar-benar menyesal dari dosamu, pembunuh 100 orang tadi dinasihatkan untuk berhijrah pindah ke tempat yang lebih baik, karena tempatnya itu lingkungannya tidak baik, maka bergegaslah ia hijrah dari tempatnya semula, lalu di tengah jalan ia mendapati ajalnya, sehingga malaikat rahmat dan adzab berebut karena mereka merasa itulah tugasnya, namun setelah diukur jaraknya orang tersebut lebih dekat dengan negri yang ia tuju yaitu tempat yang baik, padahal ia belum lakukan apapun, namun ia mendapatkan yang luar biasa.

Perlu diangat oleh siapapun anda, bahwa membunuh itu ancaman siksanya sangat pedih.

Allah berfirman:

يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” [An-Nisa:93]

Membunuh 1 orang saja ancamannya sangat mengerikan, apa lagi ia membunuh 100 orang?.

Namun siapapun anda dan apapun kesalahan serta dosanya, ketika ia bertaubat maka Allah ampuni seluruh dosanya.

Ketika anda tidak mau menerima kesalahan dan temanmu yang mana ia sudah bertaubat, jika itu benar-benar sebuah kesalahan dan dosa, maka sungguh anda merasa suci dan sombong dari makhluk Allah yang lain, sementara Allah telah menerima taubatnya jika ia telah bertaubat kepada-Nya.

Ketika anda belum atau tidak menerima ketergelinciran temanmu, maka ingat-ingatlah kebaikannya.

Jika temanmu melakukan kesalahan 1 sementara kebaikan ada 10, tentu kebaikannya masih tersisa 9 dan lebih banyak kebaikannya dibandingkan kesalahannya, apa lagi kesalahannya yang 1 itu sudah bertaubat kepada Allah, maka tidak boleh diungkit dan anda sombong merasa paling suci tidak luput dari kesalahan.

Lalu bagaimana jika kebaikannya itu ada 100, 1000, 10000, atau bahkan lebih banyak dari itu, apa mau anda lupakan kebaikan-kebaikan temanmu, dengan gara-gara 1 kesalahan, dan kesalahan itu ia sudah bertaubat.

Pasangan suami istri yang katanya saling mencintai dan menyangi saja pasti ada cek-cek dan silang pendapat, lalu apakag dengan sebab itu mereka langsung pisah dan tidak tegur sapa tentu tidak, malah adanya bumbu rumah tangga yang ada pada mereka membuat mereka tambah dewasa dan cinta serta bencinya karena Allah bukan karena yang lain.

Dan siapapun yang mengaku cinta dan bencinya karena Allah pasti akan diuji.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

من يرد الله به خيرا يصب منه

“Siapa saja yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan uji dirinya.” [HR. Bukhari]

Kesalahan yang ada pada diri anda dan temanmu adalah ujian bagi kalian, jangan merasa diri kalian lebih baik dibandingkan yang lain. Allah sayang dan cinta kepada kalian, makanya Allah memberikan ujian untuk mengetahui kecintaan kalian itu karena-Nya atau hanya karena kepentingan dunia saja.

Siapapun anda dan temanmu itu, baik dari kalangan laki-laki atau perempuan pasti kalian pernah salah dan dosa, janganlah dengan sebab itu kalian tidak adil kepada temanmu, tidak menyapa serta acuh kepadanya.

Temanmu bukan malaikat wahai akhi dan ukhti, yang meraka tidak luput dari kesalahan dan dosa…!

Temanmu bukan para Nabi wahai akhi dan ukhti, yang meraka dijaga oleh Allah dari kesalahan dan dosa.

Pada temanmu ada kesalahan begitu juga dirimu, bahkan bisa lebih besar darinya.

Pada temanmu ada dosa begitu juga dirimu, bahkan bisa lebih besar dan banyak darinya.

Gembiralah adanya ujian, karena Allah mencintai kalian.

Dan ingatlah Allah lebih mencintai hambanya yang berdosa lalu dia bertaubat dibandingkan yang lain, karena seorang hamba yang berdosa dia merengek dengan sebenar-benar serta memelas minta diampuni dengan hati yang tulus.

Akhir kata semoga nasihat ini bisa dipahami bagi siapapun yang ia belum menerima kesalahan temannya atau pasangannya, dan segera diamalkan di kehidupannya. Amiin.

بارك الله فيكم و فيكن
************************************
 Yuk share ke yang lain *tanpa merubah isi dan sumbernya* dan jangan lupa like halaman kami…!

Dan jangan sampai ketinggalan, dengan ikuti jaringan medsos kami untuk mendapatkan artikel dan nasihat yang manfaat.

•┈┈•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

 Ustadz Abu Salman Al-Kwasayni حفظه الله تعالى.

 Di bumi Allah *Markaz Al-Kwasayni*, Jum’at 6 Rajab 1439.

 TG: https://www.telegram.me/alkwasayni
www.al-kwasayni.com
Fb: bit.ly/2o6WTJY
Konsultasi: bit.ly/2CasI8X

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *