Rahasia Pemilihan Semenanjung Arab Sebagai Tapak Pancaran Islam (1)

Sebelum kita memperkatakan sesuatu tentang sejarah hidup Rasul ﷺ dan Semenan-jung Arab di mana baginda hidup dan dipilih sebagai Rasul, ada baiknya kalau kita coba menyingkap hikmah-hikmah Allah, mengapa terpilihnya Rasulullah dari

bumi ini dan bangsa ‘Arab pula sebagai pembawa obor da’wah Islamiyyah.

Untuk mengetahui segala-segalanya pertama kita mesti mengetahui keistimewaan bangsa
Arab dan perangai serta tata kehidupannya sebelum Islam dan keadaan muka bumi (geografi) dan persekitarannya.

Kemudian barulah kita membuat perbandingan dengan bangsa-bangsa yang hidup sezaman de-ngannya seperti Romawi, Greek dan India termasuk adat, tatasusila dan keistimewaan mereka.

Pertamanya, marilah kita mengkaji secara sepintas lalu bangsa-bangsa yang hidup di sekitar
tanah Arab sebelum Islam: Dunia di kala itu boleh dikatakan telah dikuasai dan dikepalai oleh
dua negara yang gagah yaitu Persia dan Romawi dan ditengarai yang kedua pula ialah Greek dan
India. Parsi di kala itu merupakan arena pertarungan agama dan falsafah yang beraneka ragam.

Pembesar dan pemerintah pada keseluruhannya menganut agama Majusi yang mana antara ajarannya menggalakkan lelaki nikah dengan ibu nya, anak perempuannya
atau adik dan saudara perempuannya. Empayar Yazdajrid kedua yang memerintah di pertengahan abad kelima Masehi telah menikah
dengan anak perempuannya. Bukan itu saja malah sopan-santun
telah hilang dari garis-garis yang bersifat kemanusiaan.

Mengikut apa yang ditegaskan oleh Al Imam Al Shahras-tani dalam kitabnya yang berjudul Al-Milal Wa Al-Nihal, terdapat antara ajaran agama Mazdak (Majusi) yang menyebut bahwa kebebasan kaum wanita tiada haidnya.

Begitu juga dengan kebebasan menggunakan harta benda dan seterusnya menjadikan wanita dan harta benda ini kepunyaan dan hak milik bersama, tidak ubah seperti air, api dan rumput di mana semua manusia boleh berjual beli tanpa batasan.

Seruan ini telah mendapat sambutan yang begitu hangat dari kalangan mereka yang memang berhaluan demikian.

Kerajaan Romawi pula begitu meluap-luap dengan jiwa dan semangat penjajahan dan bergelut dalam persengketaan agama dengan pihak Kristian negeri Syam (Suria) dan Mesir. la
bergantung penuh kepada kekuatan angkatan ten-teranya dan cita-cita penjajahannya yang
berkobar-kobar dalam rangka percobaan memodenisasikan agama Kristian untuk disesuaikan
dengan mencapai cita-cita dan kemauannya.

Negara ini juga berada dalam keadaan huru-hara dan kocar-kacir dari negara Persia, yang hidup
dengan segala kemewahan yaitu kemewahan dalam kemerosotan ekonomi dan pemerasan terhadap rakyat jelata.

Kenaikan pajak yang begitu melambung tinggi merupakan suatu gejala
yang biasa dan telah menjadi satu lumrah.

Greek tua pula tenggelam ke dasar lautan khurafat dan dongeng yang tidak memberi begitu saja
faedah dan hasil yang tidak berguna sama sekali.

Negara India pula di kala itu menurut Professor
Abul Hassan Al Nadwi telah menegaskan bahawa ahli sejarah sepakat mengatakan yang India di permulaan abad keenam Masehi telah terlantar ke lembah kemerosotan agama, akhlak dan kemasyarakatan. India bersama jiran tetangga dan saudaranya turut serta mengambil bagian dalam memerosotkan akhlak dan kemasyarakatan.

Perlu kita ketahui bahwa unsur-unsur yang menyeret bangsa-bangsa ini ke lembah kerusakan dan perpecahan ialah kemajuan yang berasaskan kepada materi semata.

Tamaddun ini telah tidak mengambil contoh-contoh ma’nawi dan akhlak yang sempurna sebagai landasan dan asas kemajuan. Tamaddun dan kemajuan kebendaan dengan anika sebab-akibat yang timbul darinya hanyalah tidak lebih dari satu jalan semata-mata yaitu satu jalan yang tidak dapat memberikan apa-apa. Lantaran ketandusan
berfikir dan contoh sempurna yang benar-benar dapat dihayati
maka tamaddun dan kemajuan yang dicapai itu telah membawa kehidupan manusia mengalir
ke arah kecelakaan dan huru-hara.

Sebaliknya jika ahli fikirnya mempunyai akal fikiran yang cerdas dan pertimbangan yang seksama maka tamaddun dan kemajuan tadi merupakan jalan-jalan yang indah serta mudah pula menuju ke arah kesenangan dalam semua corak dan aspek
Kehidupan.

Biasanya perkara ini tidak akan lahir kecuali melalui agama dan wahyu Illahi saja.

Semenanjung Arab di masa itu merupakan suatu kawasan yang tenang, jauh dan terpencil dari
gejala-gejala huru-hara tadi. Bangsanya tidak pernah merasakan kemewahan dan
kemajuan seperti Persia; yang boleh membawa mereka ke arah kerusakan dan keruntuhan
akhlak dan tidak hanya mengandalkan kekuatan tentera yang membolehkan mereka menjajah negara-negara di sekitarnya.

Mereka juga tidak menganut paham dan ideologi yang
beraneka ragam seperti Greek Tua yang menyebabkan mereka menjadi bangsa kepada
dongengan dan khurafat.

Tabi’at semula menjadikan mereka ini tidak ubah seperti suatu “bahan yang mentah” yang belum pernah dimasak, seolah-olah kehidupan rnereka seorang manusia semula yang bersih rnempunyai kemauan yang kuat ke arah pembentukan manusia yang terpuji yang rnempunyai sifat-sifat amanah, pemurah,
suka menolong dan membenci kedzaliman.

Apa yang mereka perlukan hanyalah pengetahuan yang dapat menyinari jalan-jalan ke arah tersebut karena mereka ini hidup dalam kejahilan yang nyat.

Kebanyakan mereka telah sesat untuk sampai ke arah kemanusiaan yang
sebenamya.

Mereka membunuh anak perempuan karena malu menjaga kehormatan (kata mereka),
membelanjakan uang yang banyak dengan harapan mendapat kemuliaan dan gemar berperang dengan sesama sendiri dengan tujuan mempertahankan kehormatan.

Segala-galanya ini telah diterangkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala;

وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ
“Sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak megetahui”.
(Al-Baqarah:198)

Penegasan ini lebih merupakan bentuk halangan dan rasa maaf bagi mereka daripada penghinaan atas mereka.

Bersambung insya Allah……….

•┈┈➖•◈◉✹❒📚❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

✍Ustadz Abu Salman Alkwasayni حفظه الله تعالى .

🌍 Di Bumi Allah LIMAN, 3 Rajab 1438 H.

🌐www.al-kwasayni.com
📪telegram.me/alkwasayni
🐦twitter.com/alkwasayni
🔵Fb: bit.ly/2o6WTJY
🖼Instagram: bit.ly/2p7rvbP
📹youtube: bit.ly/2odLKHL
📡Streaming: bit.ly/2o1B78B
📻Radio: 107.4 FM
♻WA : Daftar Al-Kwasayni Ketik
Nama#L/P#Alamat
Kirim 0821-1155-3775.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *