Rahasia Pemilihan Semenanjung Arab Sebagai Tapak Pancaran Islam (2)

▶Pembahasan Lanjutan

Ini adalah pandangan bangsa-bangsa lain yang telah menggunakan tamaddun dan kemajuan
mereka sebagai alat ke arah kerusakan sedangkan mereka ini hanya sekedar merancang
saja. Di samping semuanya ini, Semenanjung Arab dari segi letak geografisnya
terletak dipertengahan bangsa-bangsa tersebut (yaitu Persia dan Romawi) yang mana mereka juga bergejolak.

Muhammad Al Mubarak seorang professor Mesir telah mengutarakan pendapat dengan
katanya:
‘”Orang yang memerhati dan memandang kepada bangsa ‘Arab akan dapat melihat bagaimanakah bangsa Arab mampu berdiri di masa silam di tengah-tengah dua tamaddun yang
melebar di kiri kanannya.

Di sebelah kirinya tamaddun barat dan kanannya ada tamaddun kerohanian dan kejiwaan yang melambung ke alam khayalan seperti yang terdapat di India, China dan sebagainya.”

Setelah kita mendapat gambaran hal keadaan bangsa Arab dan semenanjungnya sebelum
Islam juga hal keadaan bangsa-bangsa lain yang mengelilinginya maka akan memudahkan bagi kita
mempelajari apa hikmah Allah mengutuskan Rasul utusan di Semenanjung Arab itu dan bangsa Arab juga merupakan golongan yang pertama untuk merintis jalan-jalan ke arah penyebaran da’wah Islamiyyah yang kini telah dianut oleh umat manusia di seluruh pelosok dunia.

Bukanlah seperti yang disangka oleh sebagian manusia yang mengatakan
bahwa pengikut-pengikut agama yang sesat adalah sulit untuk mengobati jiwa mereka dan sulit untuk memberikan petunjuk kepada mereka karena mereka ini ta’sub (fanatik) dan membanggakan keburukan, kehancuran dan kemusnahan yang pada sangkaan mereka semuanya baik.

Sedangkan mengubah dan memberi tunjuk ajar kepada mereka yang sedang mencari-cari kebenaran lebih mudah karena mereka ini sama sekali tidak menafikan kejahilan mereka sendiri dan tidak pula membanggakan atau bermegah-megahan dengan hasil tamaddun kerana mereka langsung tidak memiliki tamaddun.

Golongan ini paling mudah untuk diperbaiki dan diberi dorongan kepada mereka.

Bagi kita bukanlah ini yang dikatakan hikmah Illahi, karena penganalisaan yang seumpama ini hanya tepat kepada mereka yang mempunyai daya dan tenaga yang terbatas
sahaja, memilih yang senang dan meninggalkan yang susah karena enggan lelah dan letih.

Andaikata Allah menjadikan pancaran da’wah Islamiyyah di mana-mana yaitu di
Persia atau di Romawi atau di India bersinar cemerlang maka sudah pasti pula Allah akan menyediakan kemudahan dan cara-cara sehingga berjaya da’wahnya seperti mana yang berlaku di Semenanjung Arab. Hal ini semacam ini sangat mudah bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta ‘alam semesta.

Namun hikmah Allah memilih Semenanjung Arab dan Rasul utusan yang umi (tidak mampu membaca dan menulis) sebagai diterangkan dalam al-Qur’an agar manusia seluruhnya tidak merasa
Menyangsikan atau ragu terhadap keNabian dan keRasulannya.

Sebagai penutup dan terhadap hikmah Allah ialah suasana di sekitaran tempat Rasulullah ﷺ
diutus di mana di dalamnya ada suasana lebih membutuhkan dan
dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain yang hidup di sekelilingnya mereka juga belum
pernah dimasuki dan diracuni oleh sebarang tamaddun, pemikiran dan kerumitan pemikiran yang
kesemprawutan.

Di antara hikmah Illahi juga ialah menghindarkan perasaan keraguan manusia apakah Nabi
Muhammad ﷺ itu mampu membaca dan mempelajari kitab-kitab lama
yang mengandung sejarah manusia sebelum jaman beliau dan tamaddun negara tetangga dan hal ini menghindarkan
juga sangkaan buruk terhadap Muhammad ﷺ sekiranya dakwah Islamiyyah ini timbul di kalangan umat manusia yang bertamaddun dan mempunyai pemikirab seperti persia, Greek Tua atau Romawi. Sebabnya ialah sangkaan buruk ini akan memberi suatu gambaran yang buruk juga yaitu dari sisi tamaddun (peradaban) dan pemikiran yang terakhir dalam bentuk tamaddun yang asli
dengan aturan yang sangat lengkap.

Hikmah-hikmah Illahi ini telah diterangkan dengan
tegas dan jelas dalam al-Qur’an:

(هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ)
“Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”
[Al-Jumu’ah:2]

Sudah menjadi ketetapan Allah mengutuskan utusan-Nya yang buta huruf, begitu juga bangsa yang akan
timbul Rasul di kalangannya juga satu bangsa yang kebanyakannya buta huruf, agar mukjizat keNabian dan syari’at Islam itu nampak jelas di antara seruan manusia lain yang beranika ragam.

Di sana terdapat hikmah Illahi yang lain, dan bisa disimpulkan sebagai berikut:
1. Seperti yang diketahui di mana Allah Subhanahu Wata’ala telah menjadikan Baitul Haram itu
tumpuan dan kesejahteraan untuk umat manusia seluruhnya dan merupakan rumah yang
pertama untuk manusia beribadah serta mempraktekkan rukun-rukun agama. Sesungguhnya
lembah Makkah ini telah menjalankan dan melaksanakan seruan bapaknya para Anbiya’ yaitu Nabi Ibrahim ‘Alaihi sallam. Tepat dan sesuai pada tempatnya di mana kawasan yang mulia
ini menjadi muara seruan agama Islam yang pertama yaitu agama Nabi Ibrahim dan juga tempat pengutusan Nabi yang terakhir .
2. Dari segi letak gegrafis maka semenanjung Arab ini telah dipilih untuk
poros da’wah Islamiyyah, karena situasi dan kedudukannya di tengah-tengah berbagai bangsa lain. Ini yang nantinya mampu menyebabkan penyebaran da’wah Islamiyyah di kalangan bangsa-bangsa lain dan sekelilingnya tersebar dengan mudah. Ini temyati sekali bila kita mengkaji
semula perjalanan da’wah Islamiyyah di zaman permulaannya dan di zaman khulafa al-Rashidin. Memang tepat seperti yang ditegaskan tadi.
3. Dan sebagai hikma Ilahi juga yang menjadikan bahasa Arab itu sebagai media da’wah Islamiyyah dan bahasa yang pertama untuk menerangkan dan memahamikalam Allah ‘Azza wa Jalla untuk disampaikan kepada kita semua. Kalau kita perhatikan dengan teliti tentang keistimewaan bahasa-bahasa diikuti dengan satu perbandingan dengan bahasa Arab maka dengan jelas kita dapati yang bahasa Arab
mempunyai banyak keistimewaan yang sulit didapati dalam bahasa-bahasa lain. Maka sudah
layak baginya untuk menjadi bahasa yang pertama dan utama untuk umat Islam di mana
mereka berada.

•┈┈➖•◈◉✹❒📚❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

✍Ustadz Abu Salman Alkwasayni حفظه الله تعالى .

🌍 Di Bumi Allah BERSIH, 4 Rajab 1438 H.

🌐www.al-kwasayni.com
📪telegram.me/alkwasayni
🐦twitter.com/alkwasayni
🔵Fb: bit.ly/2o6WTJY
🖼Instagram: bit.ly/2p7rvbP
📹youtube: bit.ly/2odLKHL
📡Streaming: bit.ly/2o1B78B
📻Radio: 107.4 FM
♻WA : Daftar Al-Kwasayni Ketik
Nama#L/P#Alamat
Kirim 0821-1155-3775

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *