Menampakkan Wajah Ceria

⏯ Materi Lanjutan

💎 Tingkatan Akhlak Mulia

3. Makna menampakkan Wajah Ceria.

Keceriaan wajah atau bermanis muka artinya berseri-serinya wajah ketika bertemu dengan yang lainnya, dan kebalikannya tidak bolehnya dengan bermuka masam, oleh karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

لا تحقرن من المعروف شيئاً ولو أن تلقى أخاك بوجه طلق

“Janganlah engkau meremehkan perbuatan yang ma’ruf sedikitpun, meskipun hanya dengan wajah yang ceria ketika bertemu dengan saudaramu 15”.

Telah diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma bahwa
dia pernah ditanya tentang arti berbakti lalu beliau menjawab:

وجه طـلق ولسان لـيـّن

“Ceria pada wajah dan lembut dengan lidah”.

Para penyair pun telah menyusun syair tentangnya:

بني إن البر شيء هين * وجه طليق ولسان لين

Duhai buah hatiku, berbakti itu perkara ringan Wajah penuh keceriaan dan lembut pada lisan Karena wajah yang ceria dapat membuat orang lain merasa gembira, bisa menimbulkan rasa kasih sayang dan rasa cinta, dan juga dapat memberikan kelapangan dada pada diri anda dan diri orang yang bertatap muka dengan anda.

Akan tetapi sebaliknya, jika kita bermuka masam tentu mereka akan lari menjauh dari diri anda, mereka tidak akan merasa lapang jika duduk-duduk bersama anda atau ketika berdialog dengan anda.

Dan mungkin saja anda bisa dihinggapi oleh problema-problema kejiwaan, atau barang kali anda akan terserang penyakit yang berbahaya yaitu tekanan jiwa. Maka, kelapangan dada dan bermanis muka termasuk ramuan yang paling berkhasiat dan manjur untuk menerapi penyakit ini.

Oleh karena itu, para dokter menasehati orang yang terserang penyakit seperti ini agar ia menjauhi hal-hal yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini dan yang bisa membuatnya emosi.

Karena hal tersebut bisa memperparah penyakitnya. Maka, kelapangan dada dan bermanis muka dapat mengatasinya. Dan dengannya juga seseorang akan dicintai oleh rekan-rekannya, mulia di hadapan mereka.

Inilah tiga dasar tempat berputarnya perilaku yang baik dalam berinteraksi dengan sesama manusia.

_______
[12] Dikeluarkan oleh Imam Muslim, No.144 di Kitaabul Bir Wash Shilah, Tirmidzi, No.1833 di Kitaabul ath’imah dengan riwayat yang panjang.

In syaa Allah bersambung…

•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

🖊 Ustadz Abu Salman Al-Kawasayni حفظه الله تعالى .

🌏 Di Bumi Allah Kantor Al-Kwasayni, Kamis 22 Sya’ban 1438 H

🌐www.al-kwasayni.com
📪telegram.me/alkwasayni
🐦twitter.com/alkwasayni
🔵Fb: bit.ly/2o6WTJY
🖼Instagram: bit.ly/2p7rvbP
📹youtube: bit.ly/2odLKHL
📡Streaming: bit.ly/2o1B78B
📻Radio: 107.4 FM
♻WA : Daftar Al-Kwasayni Ketik
Nama#L/P#Alamat
Kirim 0821-1155-3775.
⁠⁠⁠
🌿🍃📚🌿🍃📚🌿🍃📚🌿🍃

جزاكم الله خيرا كثيرا

🚿 Jangan Lupa Share Ya ….!

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *