Larangan berpecah belah

Rosulullah Shallaallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

« آمركم أن تعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا ، وتعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا …. »

“Allah memerintahkan kalian untuk menyembah Allah dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun juga, dan berpegang teguhlah kalian semua dengan tali Allah dan janganlah kalian berpecah belah.”

Dalam hadits ini perintah untuk bersatu setelah perintah yang agung yaitu tauhid.

Tentu persatuan dicintai oleh Allah dan Nabi-nya, dan begitu juga sebaliknya perpecahan dibenci oleh Allah dan Nabi-Nya.

Hukum asal Allah melarang kita semua untuk berpecah belah, namun jika berpisahnya karena Allah yaitu dalam cinta dan bencinya karena Allah, maka ini bukan maksud dalam penjelasan hadits ini.

Lebih tegas lagi Allah berfirman, untuk kita semua agar bersatu padu dengan tali Allah.

Allah berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ َ

“Berpegang teguhlah kalian semua dengan tali Allah dan janganlah kalian berpecah belah (bercerai berai)”. [Al-Imran : 103]

Perlu kita perhatikan semua, bahwa kita akan mendapatkan persatuan yang nyata dengan tunduk dengan DALIL.

Dan kita semua akan mendapatkan perpecahan jika meninggalkan DALIL, lebih mengedepankan akal dan perasaan tanpa adanya ketundukan kepada Allah dan Rosul-Nya.

Misalpun mengikuti Al-Quran dan As Sunah hanya yang enak-enak saja atau hanya milih-milih DALIL sesuai perasaan masing-masing saja.

Jika terjadi persilihan diantara kita, maka Allah sudah memberikan jalan keluar agar segera dari perselisian dan permasalah yang terjadi.

Allah berfirman:

…فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ…

“…Maka jika kalian berselisih pada sesuatu, maka kembalikanlah urusannya kepada Allah dan Rosul-Nya, jika kalian beriman kepada Allah dan hari kiamat…”.

Maka jika ada perbedaan pendapat atau perselisihan yang tidak terselesaikan, maka hal ini adalah tanda bahwa berselisih mengikuti hawa nafsu.

Kebenaran bukan dengan takaran banyak tidaknya jumlah, namun kebenaran pasti benar berdasarkan DALIL.

Kebenaran tidak memandang senior atau juniornya seseorang, namun harus dengan DALIL.

•┈┈•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

 Ustadz Abu Salman Al-Kwasayni حفظه الله تعالى.

 Di bumi Allah Markaz Al-Kwasayni.

 TG: https://www.telegram.me/alkwasayni
www.al-kwasayni.com
Fb: bit.ly/2o6WTJY
Konsultasi: bit.ly/2CasI8X

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *