Ladang jihad terbuka (2019gantipresiden)

Ladang jihad sudah terbuka jauh sebelum pilpres 2014 atau 2019 bahkan setelah pilpres sekalipun. Umat Islam harus terus berjihad sampai hari kiamat, untuk melindungi dirinya, keluarganya, saudara-saudaranya dari api neraka.

Jihad ilmu lebih diutamakan daripada jihad dengan senjata.

Hukum asal jihad (perang) adalah fardhu qifayah, menjadi wajib apabila;

1. Pemerintah memerintahkan rakyatnya berjihad.

2. Satu negara atau masyarakat di serang oleh kaum kuffar, maka penduduk yang ada di negara atau masyarakat tersebut, wajib berjihad untuk membela agamanya, dirinya, keluarganya, hartanya.

Janganlah berharap berjihad (berperang ke medan perang), sebelum berjihad ilmu (bersabar menuntut ilmu. Tidak ada seorang mukmin yang enggan mati syahid.

Apakah kita sudah belajar fiqh jihad?.

Bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pernah berkata:

“Siapa saja yang menganggap bahwa menuntut ilmu bukanlah jihad, maka tanyakanlah kepada dirinya; otaknya waras atau tidak” (Kitabul ‘Ilmi)

Imam Bukhari berkata:

العلم قبل القول و العمل

“Berilmu terlebih dahulu, sebelum berkata dan beramal.”

Apakah jihad itu harus selalu dengan senjata?.

Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

المجاهد من جاهد نفسه في طاعة الله

“Seorang mujahid itu, adalah seorang yang melawan hawa nafsunya untuk ta’at kepada allah.” (HR.muslim)

Apakah kita sudah mampu melawan hawa nafsu kita?.

Apakah kita sudah mampu mengangkat pena, sebelum mengangkat senjata?.

Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

قيد العلم بالكتابة

“Ikatlah ilmu dengan tulisan.” (Silsilah Ash-Shahiihah:2026)

Pena merupakan senjata bagi para penuntut ilmu untuk mengikat ilmu dari apa yang dia dapat. Hafalan kita tidak lebih hebat dari imam syafi’i, yang apabila beliau mendengar sesuatu,beliau langsung hafal, sampai-sampai jika beliau berjalan di pasar atau keramaian, beliau sumpel ke dua telinganya, karena jika mendengar sesuatu langsung hafal.

Apakah kita sudah disiplin dalam berjihad ilmu?.

Banyak waktu kita terbuang untuk urusan dunia, kantong, dan gemerlapnya cita-cita kita yang tidak akan habis sampai mulut kita disumpel dengan tanah kuburan.

Nabi Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

العلم بالتعلم والحلم بالتحلم

“Mendapatkan ilmu itu harus dengan belajar, dan sikap lemah lembut itu bisa di dapatkan jika berusaha belajar lemah lembut.” (HR.ath-Thabrani)

Berapa banyak waktu kita untuk ilmu?.

Umumnya sepekan sekali, iya jika terus hadir.

Apakah kita sudah beradab dalam menuntut ilmu?;

1. Datang lebih awal sebelum ustadz nya datang ke majelis ilmu.

2. Mematikan hp sebelum masuk ke majelis ilmu.

3. Membawa kertas dan pena untuk mencatat ilmu.

4. Tidak bersandar di tembok atau benda yang lain disaat menuntut ilmu, kecuali sedang sakit atau cacat.

5. Menjaga pandangan, tidak tengak-tengok kemana-mana.

6. Tidak memotong materi yang sedang disampaikan seorang ustadz.

7. Tidak tidur di majelis ilmu.

8. Memberikan isyarat dengan mengangkat tangan jika ada perlu meninggalkan majelis ilmu.

9. Bersabar dalam bertanya dengan menunggu sesi tanya jawab.

10. Jangan bertanya kepada pemateri dalam rangka untuk menjebak atau menjajal

11. Tidak makan di dalam majelis ilmu

12. Segera berwhudu jika mengantuk.

13. Siap ditegur pemateri, jika kita mengobrol atau sibuk yang lain.

14. Sabar atas khilaf seorang ustadz, jika kita mendapatkannya dan sampaikan di saat berdua saja dan jangan sebarkan aibnya.

15. Berpakaian rapi disaat menuntut ilmu (Berpeci dan tidak mengenakan kaos).

16. Mendekat ke pemateri atau ustadz, yang akan atau sedang menyampaikan ilmu.

17. Menghormati guru atau ustadz di saat mengambil ilmu.

18. Memberikan kesempatan waktu dan tempat kepada pemateri jika ada pertanyaan, meskipun kita tahu jawabannya.

19. Tidak bosan dengan materi pelajaran yang pernah didengar.

20. Tidak merasa lebih pintar jika ada ustadz kita.

21. Bertanyalah apa yang kita tidak ketahui saja dan jangan pernah punya niat untuk menjajal keilmuan seorang ustadz.

22. Tidak memaksa seorang pemateri/ustadz, jika beliau sudah mengatakan : Allahu ‘alam .

23. Panggilah seseorang sesuai ke ilmuannya dan dudukanlah siapa kita dalam bab masalah ilmu agama, baik ustadznya itu bergelar atau tidak, dan terkenal atau tidak. Jangan panggil seorang dengan nama atau kunyahnya baik beliau hadir atau jauh.

24. Jangan sombong dan meremehkan pemateri atau ustadz yang akan atau sedang menyampaikan ilmu, walau tidak terkenal atau bergelar.

25. Tidak langsung menbantah atau mendebat jawaban pemateri atau ustadz.

26. Tidak membanding-bandingkan dengan ustadz lain.

27. Tidak mengadu domba pemateri dengan ustadz lain, melalui pertanyaan kita.

28. Mengucapkan terima kasih jika pertanyaan kita dijawab.

29. Sopan disaat bermajelis.

30. Tidak mengangkat suara melebihi guru atau ustadz di saat bertanya.

31. Tabayyun (kroscek) jika mendengar suatu berita atau kabar, jika sudah jelas sumbernya dan ada bukti, silahkan di percaya.

32. Selalu mencantumkan sumber nukilan, jika menukil tulisan atau ucapan dari orang yang berilmu.

Apakah kita sudah melakukan point-point adab dalam menuntut ilmu, yang di sebutkan di atas?.

Jika belum, tunaikanlah terlebih dahulu, sebelum menunaikan jihad yang lebih.

Kenapa dari dulu zionis yahudi, tidak bisa mengalahkan pejuang palestina, padahal senjata mereka lebih canggih?

Karena pejuang palestina orang yang berilmu, khususnya Al-Qur’an dan keimanan mereka.

Apakah kita sudah mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan?

Jika sudah alhamdulillah, terus ajarkan kepada istri dan anak-anak dan keluarga, baru setelah itu silahkan share (sebarkan) keluar untuk banyak orang, jangan belum dipelajari, pahami, amalkan, sampaikan ke keluarga dulu, lalu sibuk menyebarkan artikel atau apapun kaitannya ilmu dan dakwah yang haq ini ke khalayak ramai, tentu ini sebuah kekeliriun.

Allah berfirman:

 أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?.” (Al-Baqarah:44)

Kenapa pasukan Nabi Shallaallahu ‘alaihi wa Sallam  kita menang di perang badar, padahal jumlah mereka sedikit?.

Karena para sahabat berilmu dan beradab kepada guru mereka sekaligus Nabi mereka.

Apakah kita sudah mengamalkan kalimat “in syaa Allah“?.

Jika belum amalkan sekarang, jika kita berjanji atau mengadakan akad yang lain, dengan mengelak dengan kalimat insyaAllah atau berani bilang : “akukan bilangnya in syaa Allah, jadi tidak mesti datang atau ditepati.” In syaa Allah adalah kalimat mulia, yang mana kita sudah diikat janji atau akad kita 99,9%, janganlah ingkar janji atau mengelak, bahkan menipu dengan kalimat mulia “In syaa Allah”.

Mengelak atau membatalkan janji atau akad yang disepakati dengan kata: “afwan ya…“, padahal tidak ada udzur syar’i (halangan).

Mari berjihad bersama dalam mengambil dan menyampaikan ilmu …

Jihad dengan ilmu lebih berat di banding jihad dengan senjata …

Seorang ingin membantah syubhat tentu harus berilmu terlebih dahulu …

Seorang ingin berdakwah tentu berilmu terlebih dahulu ..

Seorang ingin masuk surga tentu harus berilmu …

Seorang ingin ‘amar ma’ruf dan nahi munkar tentu harus berilmu terlebih dahulu, karena jihad (berperang) bukan hanya mengandalkan semangat semata, tapi harus dipersiapkan ilmunya, bekal, strategi, teknik, tenaga, dan siapa pemimpin jihadnya.

Sebagaimana perkataan salaf, bahwa pemimpin itu cermin dari rakyatnya.

Ingin memiliki pemimpin yang baik?.

Perbaikilah kwalitas agama kalian dengan terus menuntut ilmu dan mengamalkannya disertai dengan akhlaq dan adab dalam mengambilnya.

 

•┈┈•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

 Ustadz Abu Salman Al-Kwasayni حفظه الله تعالى.

 Di bumi Allah Kwasen tercinta, tulisan april 2014 (diperbaharui).

 TG: https://www.telegram.me/alkwasayni
www.al-kwasayni.com
Fb: bit.ly/2o6WTJY
Konsultasi: bit.ly/2CasI8X

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *