[ Konsultasi ] Hukum Kencing Berdiri

💡Asy Syaikh Bin Baz رحمه الله.

Pertanyaan:

Bolehkan seseorang kencing sambil berdiri bila hal itu tidak mengenai dirinya ataupun pakaiannya?

Jawaban:

Tidak apa-apa kencing sambil berdiri apabila hal itu memang dibutuhkan, dengan syarat, tempatnya tertutup sehingga tidak ada orang lain yang melihat auratnya serta tidak terkena percikan air seninya.

Hal ini berdasarkan riwayat dari Hudzaifah -رضي الله عنه-, bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم berjalan menuju ujung tempat pembuangan sampah suatu kaum, lalu beliau buang air kecil sambil berdiri. [Disepakati keshahihannya. HR. Al-Bukhari dalam al-Wudhu’ (2224); Muslim dalam ath-Thaharah (273)].

👍🏻 Namun demikian, lebih baik dilakukan dengan duduk/jongkok, karena seperti itulah yang mayoritas dilakukan oleh Nabi صلی الله عليه وسلم, dengan tetap menutup aurat dan hati-hati agar tidak terkena percikan air seni.
-——————————
📚al-Buhuts, nomor 38, hal. 132, Syaikh Bin Baz رحمه الله تعالى.

•┈┈➖•◈◉✹❒📚❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

✍Ustadz Abu Salman Al-Kwasayni حفظه الله تعالى .

🌍 Di Bumi Allah Kantor Bersih.or.id, Sabtu 26 Jumadil Akhir 1438 H.

🌎www.bersih.or.id
📱Apk: bit.ly/2nzgGlN
🐦twitter.com/BERSIH_TV
📹youtube : bit.ly/2nQkBIm
🖼instagram.com/bersih.tv
📪telegram.me/berbaginasihat
🔵facebook.com/programbersih
🏡 goo.gl/maps/R41s4JW6C4N2
♻WA : Daftar Bersih Ketik
Nama#L/P#Alamat
Kirim 0857-7902-6345.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *