Kita Yang Butuh

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan kepadanya, maka Allah akan fahamkan dia terhadap agama.”
(متفق عليه)

Ini ialah seruan, rayuan, dorongan untuk kita mau mempelajari ilmu agama.

Disaat kita menghadiri majelis ilmu syar’i, berarti kita telah mengikuti dorongan, ajakan dari Allah dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Karena bukan semata-mata hanya sekedar orang yang mudah ialah orang yang diberikan pemahaman didalam agama. Karena tidak setiap orang dia berjalan menuntut ilmu syari mendapatkan apa yang ia dapatkan.

Maksud dari hal tersebut ialah tidak mutlak seperti itu. Namun, bagaimana seseorang disaat menuntut ilmu syar’i, dia sedang membuktikan. Yaitu berusaha bagaimana saya bisa hadir ditengah-tengah kaum muslimin yang banyak, kita membuktikan hadist Nabi صلى الله عليه وسلم. Yaitu termasuk dari bagian hadist tersebut.

Bukan maksudnya kita ini ingin membuktikan hadist. Tapi kita ingin termasuk menjadi bagian dari hadist tersebut.

Maksudnya ada orang disaat disampaikan bahwasanya fulan mampu ini mampu itu. Dia berkata _”kan Allah menginginkan dia”_.

📝 Yang perlu kita ketahui sebagaimana berkaitan dengan hidayah. Begitu juga kita diinginkan kebaikan oleh Allah ada sebabnya. Bukan tiba-tiba.

✅ Jadi jika Allah menginginkan untuk kita suatu kebaikan, itu semua dikarenakan sebelumnya kita menempuh terlebih dahulu.

Seperti hidayah irsyad dan hidayah taufiq. Tidak semata-mata Allah memberikan hidayah taufiq. Tapi seseorang harus menempuh hidayah irsyad terlebih dahulu.

Kenapa kita perlu mengkaji hadist ini. Karena banyak orang yang salah dalam berkaitan dengan tujuannya tawakal. Yaitu menyandarkan seperti perkataan _”ya sudahlah kalau saya ditakdirkan untuk baik ya baik, kan Allah yang menginginkan”_. Seakan-akan Allah yang butuh terhadap diri kita.

Tujuan kita mempelajari hal ini ialah kitalah yang butuh kepada Allah, biar kita ini termasuk bagian dari orang-orang yang diinginkan kebaikan oleh Allah سبحانه و تعالى.

Ditulis oleh: Ustadz Abu Salman Al-Kwasayni, MA حفظه الله.

 

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *