KERJA TAQWA

🏷🗒KERJA TAQWA

🖊 Ustadz Abu Salman Al-Kwasayni حفظه الله.

Aktivitas seorang hamba wajib untuk senantiasa menyiapkan dan menambah ketaqwaan bagi dirinya. Karena apa yang dilakukan oleh setiap hamba harus bernilai ibadah. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh kita semua sebagai pokok ataupun dasar kita sebagai hamba yaitu diperintahkan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Maka semua kegiatan yang kita lakukan haruslah menambah ketaqwaan kita.

Tidak boleh seorang hamba ia melakukan suatu aktivitas dari pagi sampai sore bahkan sampai malam, namun ia hanya sekedar mencari dunia dan dunia.

Kerja taqwa itu sifat dari orang mukmin; pikirannya ide, harta dan amalnya semua untuk menambah ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena hanya dengan ketaqwaanlah Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kemudahan dan memberikan jalan keluar setiap permasalah yang kita hadapi.

Siapa saja yang bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan permasalahan. Begitu juga Allah memberikan bonus dengan ketakwaan seseorang akan diberikan rizki dari arah yang ia tidak duga-duga. Subhanallah…

Cara kerja taqwa adalah seorang hamba apapun yang ia kerjakan wajib bagi dirinya hanya mencari ridho Allah subhanahu wa Ta’ala, bukan karena permintaan istrinya, anak-anaknya ataupun orang tuanya dan sabar yang ia lakukan murni untuk Allah semata. Apa yang menjadi kewajiban setiap hamba tidak boleh seorang itu menambah urusannya, yang biasanya kerja bisa 8 jam namun dia tambah karena permintaan dari orang yang dia cintai, bukan karena permintaan atau pun kita menjalankan firman Allah, menjalankan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan menjalankan dengan melihat contoh dari Sahabat, maka hal ini bukanlah bagian dari kerja taqwa.

Singkatnya, kerja taqwa adalah kita di dunia namun hati, pikiran dan amal kita untuk urusan akhirat, tidak seperti orang-orang bodoh menyampaikan bahwasanya kita di dunia ya nikmati di dunia. Betul, disaat kita melupakan akhirat dan lebih suka atau condong kepada dunia, maka hal ini adalah celaan bagi siapapun yang mengejar dunia.

____________________________
Disarikan dari nasihat Guru Kami Al Ustadz Abu Abdillah Abdurrahim حفظه الل.

♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️
📲 Yuk share ke yang lain *tanpa merubah isi artikel dan sumbernya* dan jangan lupa like halaman kami…!

🚿Dan jangan sampai ketinggalan, dengan ikuti jaringan medsos kami untuk mendapatkan artikel dan nasihat yang manfaat.

•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.
🌍 Di bumi Allah *Studio Puldapii TV, Cibitung-Bekasi*, Jum’at 25 Muharram 1440 H.

📪TG: https://t.me/alkwasayni
🌐Web: www.al-kwasayni.com
🔵Fb: http://bit.ly/2o6WTJY
🖼IG: https://bit.ly/2K4qf3j
🐦TW: https://bit.ly/2uXuYPN
📹YT: https://bit.ly/2K4Mvu6
❓Konsultasi: http://bit.ly/2CasI8X
📱WA *Ikhwan*: http://bit.ly/2tWUJ23
📱 *Akhwat*: https://bit.ly/2Lzm0T6

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *