IKHLASMU AKAN MENOLONGMU (Nasihat Untuk Para Panitia Kajian)

🏷🗒 *IKHLASMU AKAN MENOLONGMU (Nasihat Untuk Para Panitia Kajian)*

🖊Ustadz Abu Salman Al-Kwasayni حفظه الله.

Berpeluh dan letih demi mencari sebab untuk masuk surganya Allah.
Baik dari shalatmu, puasamu, hajimu, infaqmu, dan semua amal kebaikanmu, Maka jagalah ikhlasmu…!

Gembiralah jika engkau menjadi bagian dari sebuah kebaikan walaupun tak nampak dari pandangan manusia, karena sebaik-baik amal adalah yang disembunyikan dari khalayak ramai.

Nabi _Shallallahu ‘alaihi wa Sallam_ bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
_“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”_ (HR. Ahmad, ath-Thabrani. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’, no:3289).

📝Apapun amalmu jagalah ikhlasmu untuk wasilah doamu kepada Allah di dunia, dan menjadi sebab masuknya dirimu ke surga yang tinggi

📖Engkau memiliki amanah menjadi panitia kajian.

🚗Amanah untuk antar jemput Ustadz.

💰Wasilah penyaluran donasi dari para donatur untuk pembangunan masjid atau lembaga dakwah.

🕌 Pemberi wakaf untuk tempat ibadah dan lembaga pendidikan.

🛤 Amanah mendatangkan kebaikan baik amal atau seorang pengajar.

🤳Admin atau tim media dakwah.

🔖Tim pengamanan sebuah acara kebaikan.

📌 Dan semua hal kebaikan melalui dirimu, maka jagalah semua amalmu dari hal-hal yang merusak keikhlasanmu.

⚠️ Ingatlah bahaya mengungkit-mengukit kebaikan yang telah dilakukan dan mengganggu orang yang telah diberi kebaikan…! maka sia-sialah amalmu.

🔊Berapapun banyak amal kebaikanmu jika dirimu ingin disebut-sebut sebagai pahlawan dan di kemudian hari engkau ingin disanjung atau diakui sebagai orang yang paling berjasa dan harus disebut-sebut jasanya.

⛔️ Bahkan berani mengatakan *”jika tidak ada saya, maka tempat atau si fulan itu sulit maju dan berkembang”* ataupun ucapan yang serupa dari dengan hal itu, yang intinya menghancurkan dan menghapuskan amal kebaikannya sendiri, maka rugilah dirinya di dunia dan terlebih di akhirat.

Allah _’Azza wa Jalla_ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ
_” Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah)._” (Qs.Al-Baqarah:264)

Takutlah dan ingatlah bahwa yang pertama kali dimasukkan ke dalam Neraka bukanlah orang-orang yang dhahirnya dalam kehidupan di dunia melakukan kejahatan atau kemaksiatan, namun mereka adalah secara kasat mata melakukan kebaikan sebagai:

1⃣Penghafal Al-Qur’an namun ingin disebut sebagai seorang yang qori ini dan itu.

2⃣Seorang yang maju ke medan jihad namun ingin disebut sebagai seorang pahlawan.

3⃣Donatur namun ingin disebut sebagai seorang yang dermawan.

Nabi _Shallallahu ‘alaihi wa Sallam_ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ يَنْزِلُ إِلَى الْعِبَادِ لِيَقْضِيَ بَيْنَهُمْ، وَكُلُّ أُمَّةٍ جَاثِيَةٌ، فَأَوَّلُ مَنْ يَدْعُو بِهِ رَجُلٌ جَمَعَ الْقُرْآنَ، وَرَجُلٌ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَرَجُلٌ كَثِيرُ الْمَالِ، فَيَقُولُ اللَّهُ لِلْقَارِئِ: أَلَمْ أُعَلِّمْكَ مَا أَنْزَلْتُ عَلَى رَسُولِي؟ قَالَ: بَلَى يَا رَبِّ، قَالَ: فَمَاذَا عَمِلْتَ فِيمَا عُلِّمْتَ؟ قَالَ: كُنْتُ أَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: كَذَبْتَ، وَتَقُولُ لَهُ الْمَلَائِكَةُ: كَذَبْتَ، وَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: بَلْ أَرَدْتَ أَنْ يُقَالَ: إِنَّ فُلَانًا قَارِئٌ، وَقَدْ قِيلَ ذَاكَ.

وَيُؤْتَى بِصَاحِبِ الْمَالِ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: أَلَمْ أُوَسِّعْ عَلَيْكَ، حَتَّى لَمْ أَدَعْكَ تَحْتَاجُ إِلَى أَحَدٍ؟ قَالَ: بَلَى، يَا رَبِّ، قَالَ: فَمَاذَا عَمِلْتَ فِيمَا آتَيْتُكَ؟ قَالَ: كُنْتُ أَصِلُ الرَّحِمَ،

َأَتَصَدَّقُ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: كَذَبْتَ، وَتَقُولُ لَهُ الْمَلَائِكَةُ: كَذَبْتَ، وَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: بَلْ أَرَدْتَ أَنْ يُقَالَ: فُلَانٌ جَوَادٌ، فَقَدْ قِيلَ ذَاكَ.

ثُمَّ يُؤْتَى بِالَّذِي قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: فِي مَاذَا قُتِلْتَ؟ فَيَقُولُ: أُمِرْتُ بِالْجِهَادِ فِي سَبِيلِكَ، فَقَاتَلْتُ حَتَّى قُتِلْتُ، فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ: كَذَبْتَ، وَتَقُولُ لَهُ الْمَلَائِكَةُ: كَذَبْتَ، وَيَقُولُ اللَّهُ: بَلْ أَرَدْتَ أَنْ يُقَالَ: فُلَانٌ جَرِيءٌ، فَقَدْ قِيلَ ذَاكَ، ثُمَّ ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رُكْبَتِي، فَقَالَ: يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، أُولَئِكَ الثَّلَاثَةُ أَوَّلُ خَلْقِ اللَّهِ تُسَعَّرُ بِهِمْ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya Allah yang Maha tinggi dan Maha suci akan turun kepada hamba pada Hari Kiamat untuk memberikan keputusan di antara mereka. Dan setiap umat dalam kondisi berlutut. Kemudian orang yang pertama kali dipanggil adalah orang yang menghafal Al-Quran, orang yang terbunuh di jalan Allah, dan orang yang banyak harta.

Maka Allah berkata kepada sang qari (orang yang biasa membaca Al-Quran):

‘Tidakkah Kuajarkan kepadamu apa yang saya turunkan kepada RasulKu?’

Dia menjawab: ‘Benar wahai Tuhanku’.

Allah berkata lagi: ‘Apa yang kamu perbuat terhadap apa yang sudah kamu ketahui itu?’

Dia menjawab: ‘Saya menjalankannya sepanjang malam dan sepanjang siang’.

Maka Allah berkata: ‘Kamu telah berdusta’.

Dan para Malaikat berkata kepadanya: ‘Kamu telah berdusta’.

Kemudian Allah berkata kepadanya: ‘Justru kamu melakukan hal itu dengan maksud agar dikatakan: Si fulan adalah qari’ (Pembaca Al-Qur’an yang mahir dan bagus). Dan hal itu telah dikatakan kepadamu.

Kemudian didatangkan orang yang mempunyai banyak harta.

Allah berkata kepadanya: ‘Tidakkah sudah Kulimpahkan harta kepadamu hingga kamu tidak membutuhkan siapa pun?’.

Orang itu menjawab: ‘Benar wahai Rabbku’.

Allah bertanya lagi: ‘Apa yang kamu kerjakan terhadap harta yang Kuberikan kepadamu itu?’.

Dia menjawab: ‘Saya menggunakannya untuk menyambung silaturrahmi dan bersadaqah’.

Allah berkata kepadanya: ‘Kamu telah berdusta’.

Para Malaikat juga berkata kepadanya: ‘Kamu telah berdusta’.

Kemudian Allah berkata: ‘Justru kamu melakukan itu dengan maksud agar dikatakan: Si Fulan adalah lelaki yang dermawan’. Dan hal itu sudah dikatakan kepadamu.

Kemudian didatangkan orang yang terbunuh di jalan Allah.

Maka Allah berkata: ‘Dalam rangka apa kamu terbunuh?’.

Dia menjawab: ‘Saya diperintah berjihad di jalan Engkau. Maka saya berperang hingga terbunuh’.

Allah berkata kepadanya: ‘Kamu telah berdusta’.

Para Malaikat juga berkata kepadanya: ‘Kamu telah berdusta’. Allah berkata: ‘Justru kamu melakukan itu agar dikatakan kepadamu: Si Fulan adalah pemberani’. Dan hal itu telah dikatakan kepadamu.

Kemudian Rasulullah _Shallallahu ‘alaihi wa Sallam_ menepuk kedua lututku sambil berkata: ‘Wahai Abu Hurairah! Ketiga golongan itu adalah makhluk yang pertama kali Neraka dinyalakan untuk mereka pada Hari Kiamat’.” (HR.Muslim)

♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️♻️
📲 Yuk share ke yang lain *tanpa merubah isi artikel dan sumbernya* dan jangan lupa like halaman kami…!

🚿Dan jangan sampai ketinggalan, dengan ikuti jaringan medsos kami untuk mendapatkan artikel dan nasihat yang manfaat.

•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

🌍 Di bumi Allah *LIMAN Indonesia (Kuliah S1 Bahasa Arab & Studi Islam), Bekasi-Jabar*, 2 Jumadil Akhir 1439 H.

📪TG: https://t.me/alkwasayni
🌐Web: www.al-kwasayni.com
🔵Fb: http://bit.ly/2o6WTJY
🖼IG: https://bit.ly/2K4qf3j
🐦TW: https://bit.ly/2uXuYPN
📹YT: https://bit.ly/2K4Mvu6
❓Konsultasi: http://bit.ly/2CasI8X
📱WA *Ikhwan*: http://bit.ly/2tWUJ23
📱 *Akhwat*: https://bit.ly/2Lzm0T6

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *