Cintailah Ilmu…!

โค Mencintai ilmu adalah salah satu tanda bagi seorang hamba bahwa ada kebaikan pada dirinya.

๐Ÿ‘ค Berkata Al Imam Asy Syafi’i ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰:

” ู…ู† ู„ุง ูŠุญุจ ุงู„ุนู„ู… ู„ุง ุฎูŠุฑ ููŠู‡…”

๐Ÿ—ฃ “Barangsiapa yang tidak mencintai ilmu, maka tidak ada kebaikan pada dirinya…”.

[ุชูˆุงู„ูŠ ุงู„ุชุฃู†ูŠุณ ู„ุงุจู† ุญุฌุฑ167]

๐Ÿ’” Begitu juga sebaliknya, seorang yang tidak mencintai ilmu, maka pada dirinya tidak ada kebaikan.

๐Ÿ‘๐Ÿป Karena salah satu kebaikan mencintai ilmu adalah dirinya akan mencintai orang yang berilmu atau yang mengajarkan ilmu dan tidak menjatuhkan orang yang berilmu walaupun tidak terkenal.

๐Ÿ–๐Ÿป Tidak disebutkan dan disyaratkan bahwa seorang yang mengajarkan ilmu itu harus terkenal dan sering muncul diberbagai media.

๐Ÿ“ Penuntut ilmu harus belajar dan mengambil ilmu dari seorang guru yang mumpuni ilmunya, bukan menjadi syarat seorang yang mengajarkan ilmu harus terkenal diberbagai media massa.

๐Ÿ’Ž Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda :

ู…ุนู„ู… ุงู„ุฎูŠุฑ ูŠุณุชุบูุฑ ู„ู‡ ูƒู„ ุดูŠุก ุญุชู‰ ุงู„ุญูŠุชุงู† ููŠ ุงู„ุจุญุฑ.

๐Ÿ—ฃ “Seluruh makhluk Allah mendoakan kepada para pengajar ilmu (agama), sampai ikan di lautan ikut mendoakan”. (Shohihul Jami’).

๐Ÿ“œ Di dalam hadits diatas tidak disebutkan yang mengajarkan ilmu agama harus terkenal dan mengajarkan ilmu diberbagai media, namun setiap penuntut ilmu wajib belajar kepada guru yang mumpuni ilmunya, baik beliau-beliau memiliki gelar akademik atau tidak, intinya mumpuni dibidangnya maka ambilah ilmunya.

๐Ÿ–๐Ÿป Jangan seorang penuntut ilmu mensyarakatkan sesuatu yang bukan bagian dari yang disyaratkan dalam belajar ilmu.

โŽ Menuntut ilmu hanya kepada guru-guru yang memiliki gelar dan terkenal saja, ini merupakan tanda tidak pahamnya seseorang dalam menuntut ilmu.

๐Ÿ‘๐Ÿป Setiap penuntut ilmu wajib untuk berguru kepada guru yang mumpuni ilmunya, lurus manhajnya, amanah, silsilah guru-gurunya mampu dipertanggung jawabkan, dan mengamalkan ilmunya.

๐Ÿ“ข Sehingga jangan sampai penuntut ilmu hanya mau belajar kepada guru yang terkenal atau bergelar saja.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโž–โ€ขโ—ˆโ—‰โœนโ’๐Ÿ“šโ’โœนโ—‰โ—ˆโ€ขโž–โ”ˆโ”ˆโ€ข

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ูˆุณู„ู… ูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†ุŒ ูˆุขุฎุฑ ุฏุนูˆุงู†ุง ุฃู† ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†.

โœUstadz Abu Salman Al-Kwasayni ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ .

๐ŸŒ Di Bumi Allah, Nurul Ummah Islamic School, Selasa 22 Jumadil Akhir 1438 H.

๐Ÿ“ทINSTAGRAM : Bersih.TV
๐Ÿ”ตFB: Bersih
๐Ÿ“นYOUTUBE : Bersih TV
๐ŸฆTWITTER : @BERSIH_TV
๐Ÿ“ชTELEGRAM : @berbaginasihat
๐ŸŒŽWEB : www.bersih.or.id
๐Ÿ“ฑWA : Daftar Bersih Ketik
Nama#L/P#Alamat
Kirim 0857-7902-6345.
๐Ÿ”ฝBersih di playstore android https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wBersih_4574773

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *