Bersopan Santun Dengan Sesama Makhluk

⏯ MATERI LANJUTAN

💎 Tingkatan Akhlak Mulia

2⃣ Bersopan santun dalam bermualamah dengan sesama makhluk.
Adapun berperilaku sopan dengan sesama makhluk, maka telah diartikan oleh sebagian ulama dengan definisi:

كف الأذى ، وبذلُ الندى، وطلاقة الوجه

Menahan gangguan (tidak mengganggu orang lain), memberikan bantuan dan menampakkan keceriaan.

Ada yang menyandarkan bahwa ini adalah perkataan al-Hasan al-Bashri.[8]

1. Makna menahan gangguan.

Artinya adalah hendaknya seseorang menahan dirinya dari menyakiti yang lainnya, baik itu dengan harta atau dengan sesuatu yang berkaitan dengan jiwa, atau mungkin juga yang berhubungan dengan kehormatan dirinya. Untuk itu, orang yang belum mampu menahan dirinya dari menyakiti sesama, maka dia belumlah berperilaku baik, akan tetapi sebaliknya dia adalah orang yang berperilaku buruk.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah memberitakan tentang haramnya menyakiti seorang muslim dengan segala macam caranya. Pemberitahuan tersebut telah terjadi di suatu tempat yang paling agung, ketika umatnya berkumpul di sana, beliau bersabda:

إن دماءكم، وأموالكم، وأعراضكم عليكم حرام، كحرمة يـومكم هـذا، في
شهركم هذا ، في بلدكم هذا

“Sesungguhnya darah-darah, harta-harta, dan kehormatan-kehormantan kalian adalah haram bagi sesama kalian, seperti haramnya hari kalian ini, di bulan kalian ini, dan di negeri kalian ini”.[9]

Jika ada seseorang berbuat aniaya terhadap orang lain dengan mengambil hartanya, atau dengan menipunya, atau menghianatinya, atau memukulnya dan melakukan tindakan kriminal terhadapnya, mencelanya, menggunjingnya, atau mengadu domba dengan yang lainnya, tentu saja dia belum berakhlak baik dengan sesama.
Karena dia belum mampu menahan dirinya dari menyakiti yang lainnya. Dan akan semakin besar dosa perbuatan itu jika perlakuan tidak baik tersebut tertuju kepada orang yang memiliki hak yang lebih besar terhadap anda. Seperti perlakuan yang tidak baik terhadap kedua orang tua contohnya, tentu ini lebih besar dosanya dari pada perlakuan yang tidak baik terhadap selain keduanya. Dan berbuat tidak baik terhadap kerabat dekat tentu lebih besar dosanya dari pada berbuat tidak baik dengan selainnya. Dan berbuat tidak baik dengan para tetangga tentu lebih besar dosanya dari pada berbuat tidak baik dengan selain mereka. Untuk itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

والله لا يؤمن، والله لا يؤمن، والله لا يؤمن

“Demi Allah dia belum beriman, demi Allah dia belum beriman, demi Allah dia belum beriman”, Para sahabat bertanya: Siapakah yang belum beriman wahai Rasulullah?, beliau menjawab:

من لا يأمن جاره بوائقه

“Yang tidak merasa aman tetangganya dari gangguannya”.[10]

_____
[8] Lihat kitab al-Adabusy Syar’iyyah (2 / 216) .

[9] Dikeluarkan oleh Bukhari, No.67 di Kitaabul ‘Ilmi dan No.1741, di Kitaabul Hajj No.4406, di Kitaabul Maghaazii. Dan dikeluarkan juga oleh Muslim, No.29-30 di
Kitaabul Qiyaamah.

[10] Dikeluarkan oleh Bukhari, No.67 di Kitaabul Adab dan ini merupakan lafadz Beliau. Dan dikeluarkan oleh Imam Muslim seperti rawayat tersebut, No.73 di Kitaabul Iimaan
dengab lafadz:” Tidak akan masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya “. Imam Nawawi berkata: Al-Bawaaiq bentuk jamak dari Baaiqoh artinya hal yang berlebihan, bencana, atau serangan. Lihat kitab Shahih Muslim syarah oleh Imam Nawawi (2 / 207).

•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

🖊 Ustadz Abu Salman Al-Kawasayni حفظه الله تعالى .

🌏 Di Bumi Allah Ruang Belajar, Kamis 14 Sya’ban 1438 H

🌐www.al-kwasayni.com
📪telegram.me/alkwasayni
🐦twitter.com/alkwasayni
🔵Fb: bit.ly/2o6WTJY
🖼Instagram: bit.ly/2p7rvbP
📹youtube: bit.ly/2odLKHL
📡Streaming: bit.ly/2o1B78B
📻Radio: 107.4 FM
♻WA : Daftar Al-Kwasayni Ketik
Nama#L/P#Alamat
Kirim 0821-1155-3775.
⁠⁠⁠
🌿🍃📚🌿🍃📚🌿🍃📚🌿🍃

جزاكم الله خيرا كثيرا

🚿 Jangan Lupa Share Ya ….!

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *