Akhlak Kepada Keluarga

⏯ Materi Lanjutan

💎 Tingkatan Akhlak Mulia

Kebanyakan manusia masih sangat disayangkan, terkadang mereka berbuat baik terhadap orang lain, akan tetapi ia tidak berbuat baik atau kurang kepada keluarganya. Ini merupakan kesalahan yang sangat fatal dan telah keluar dari hakikat anjuran yang sebenarnya.

Karena, bagaimana mungkin kita berbuat baik dengan orang yang jauh hubungan kerabatnya dengan kita, sedangkan dengan kerabat sendiri kita berperilaku tidak baik?

Terkadang seseorang menjawab: Karena kerabat dekat telah aku cukupi kebutuhan mereka.[14]

Maka kita jawab: Ini bukanlah suatu alasan yang dapat mendorongmu untuk berakhlaq tidak kepada mereka, karena mereka adalah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dari anda dalam persahabatan dan pergaulan.

Untuk itu seseorang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan yang baik dariku?
Beliau menjawab:
“Ibumu”, ia berkata: Kemudian siapa? Beliau menjawab:
“Ibumu”, ia berkata lagi: Kemudian siapa lagi ya Rosulullah? Beliau
menjawab: “Ibumu”, ia berkata lagi: Kemudian siapa lagi? Beliau menjawab: “Kemudian ayahmu”.[15]

Dan terkadang juga masalah ini menjadi terbalik pada sebagian orang, kita mendapatinya tidak menggauli ibunya dengan adab yang baik, sedang dengan istrinya ia berlaku baik. Ia lebih
mengutamakan pergaulan baiknya dengan istrinya, yang mana kedudukannya pada hakekatnya adalah seperti seorang tawanan di sisi suaminya, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

استوصوا بالنساء خيراً فإنهن عوان عندكم

💬 “Perbanyaklah wasiat (nasihat) dengan wasiat yang baik kepada kaum wanita, karena mereka adalah sebagai pembantu bagi kalian”. [16].

Wanita wajib selalu diberikan nasihat, karena wanita diciptakan dari tulang yang bengkok, yang mana mereka kurang akal dan agamanya.

Janganlah para laki-laki hanya ketat kepada wanita dalam aturan dunianya saja, namun longgar dalam urusan agamanya. Hal ini adalah musibah yang seharusnya bisa dihindari, karena jika wanita tidak diperketat dalam urusan agamanya, ia akan mudah melanggar dan yang ia ikuti hanyalah kebanyakan manusia melakukan apa dan berpakaian apa.

Jangan jadikan kedudukan mereka seperti layaknya para tawanan, laki-laki membuat aturan dalam keluarganya, namun aturan Allah dan Rasul-Nya dilanggar.

Kesimpulannya, berlaku dan beradab baik dengan keluarga, sahabat dan para kerabat, semua ini adalah termasuk dari akhlaq yang mulia.

_____
[14] Maksudnya: aku telah memberi mereka kecukupan nafkah dan hal yang lainnya.

[15] Dikeluarkan oleh Imam Bukhari, No.5971di Kitaabul Adab, Muslim, No.1-2 di Kitaabul Bir Wash Shilah, dan Ibnu Majah, No.2706 di Kitaabul Washaayaa.

[16] Dikeluarkan oleh Imam Tirmidzi, No 80, beliau berkata: “Hadist Hasan Shohih”, dan dikeluarkan oleh Asy Syaikh Al Ustaimin dalam Kitab Syarah Riyadush Sholihin pada Bab ” Al Washayah Binnisa’ “.

In syaa Allah bersambung…

•┈┈➖•◈◉✹❒📖❒✹◉◈•➖┈┈•

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

🖊 Ustadz Abu Salman Al-Kwasayni حفظه الله تعالى.

🌏 Di Bumi Allah LIMAN INDONESIA, Kamis 28 Sya’ban 1438 H.

🌐www.al-kwasayni.com
📪telegram.me/alkwasayni
🐦twitter.com/alkwasayni
🔵Fb: bit.ly/2o6WTJY
🖼Instagram: bit.ly/2p7rvbP
📹youtube: bit.ly/2odLKHL
📡Streaming: bit.ly/2o1B78B
📻Radio: 107.4 FM
♻WA : Daftar Al-Kwasayni Ketik
Nama#L/P#Alamat
Kirim 0821-1155-3775.
⁠⁠⁠
🌿🍃📚🌿🍃📚🌿🍃📚🌿🍃

جزاكم الله خيرا كثيرا

🚿 Jangan Lupa Share Ya ….!

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *